10 Foto Kondisi Gaza Palestina Ketika di Bom Oleh Israel

|


Di saat Indonesia sedang sibuk memilih Calon Presiden baru mereka, atau di saat warga negara Brazil menangis karena timnya habis 'dicukur' tim Jerman sampai 1-7, sepertinya semua orang terlupa pada kondisi warga Gaza.

Yap, tepat pada hari Rabu (9/7) sekaligus hari ke-11 puasa Ramadan, penduduk Jalur Gaza kembali menjadi korban kekejian tentara Israel. Lebih dari 160 roket diluncurkan oleh Israel ke Gaza dan merusak lebih ari 400 bangunan di Gaza dan membunuh sekurangnya 30 orang warga tidak berdosa.

Mungkin hanya lagu yang dinyanyikan oleh Michael Heart berjudul We Will Not Go Down yang mampu menggambarkan betapa sengsaranya warga Gaza saat ini:

Foto Kondisi Gaza Palestina Ketika di Bom Oleh Israel

1. Rudal Dekat Masjid

Ini adalah kondisi di mana sebuah rudal Israel menyerang daerah di Rafah, bagian selatan Jalur Gaza pada Rabu (9/7) kemarin. Pedihnya, daerah Rafah memiliki beberapa masjid-masjid penting yang dipenuhi oleh Muslim Palestina untuk menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Apakah kamu bisa membayangkan? Sedang melakukan ikhtiar di masjid entah mengaji atau salat, beberapa meter dari masjidmu tiba-tiba terdengar ledakan mengerikan dan asap mengepul di mana-mana. Serangan ini adalah yang terburuk terjadi di Gaza semenjak bulan Novemeber 2012 silam. Hal ini mengakibatkan ketegangan lagi di kalangan Israel dan Palestina

2. Asap Mengepul di Mana-Mana


Kondisi ini adalah bagaimana serangan rudal Israel menimbulkan sebuah ledakan dan asap yang sangat besar. Pemandangan ini bisa dilihat di kawasan perbatasan Israel yang ada di Jalur Gaza pada Rabu (9/7) kemarin. Semenjak Israel melakukan serangan bertubi-tubi pada Gaza, lebih dari 400 bangunan di Gaza sudah hancur.

Hal ini mengakibatkan sedikitnya 32 korban jiwa tak berdosa melayang di Gaza. Israel berdalih bahwa operasi militer ini untuk membalas kelompok Hamas. Di mana Hamas dikabarkan melepaskan empat roket ke pangkalan militer Israel dan dibalas ratusan roket ke arah penduduk tak berdosa di Gaza oleh para Zionis.

3. Rudal Membelah Langit

Jika di daerahmu saat bulan Ramadan ini, apa yang terlihat di langit? Mungkin layang-layang karena angin sedang bertiup cukup kencang. Namun layang-layang tak akan pernah dilihat oleh anak-anak dan warga Gaza. Karena yang melintas di langit mereka adalah rudal perang.

Seperti ini, ini adalah sebuah rudal yang ditembakkan oleh militer Palestina kepada Israel. Rudal ini diluncurkan pada Rabu (9/7) sebagai upaya pembelaan diri dan membalas aksi Israel yang meluncurkan ratusan roket kepada mereka.

Atas bombardis Israel ini, sayap militer gerakan Hamas Palestina yakni Brigadir Ezzedine al-Qassam mengancam, "Jika kebijakan perang ini tidak berhenti, maka kami akan merespon dengan memperluas radius target kami hingga ke titik yang akan membuat musuh terkejut."


4. Anak-Anak Jadi Korban

Dalam setiap perang yang terjadi, selalu saja timbul korban di kalangan kedua belah pihak. Untuk serangan Israel kepada warga di Jalur Gaza ini, sudah jelas warga sipil yang menderita. Pihak Israel tanpa pandang bulu melontarkan rudal perang mereka ke daerah Gaza. Entah pasukan Hamas atau warga sipil tak berdosa yang terkena, itu seakan bukan kepedulian mereka lagi.

Ramadan sejatinya menjadi waktu yang sangat menyenangkan bagi anak-anak karena mereka libur sekolah. Namun anak-anak di Jalur Gaza justru harus berlarian di antara puing-puing bangunan dan berlindung dari serangan rudal Israel. Kondisi seperti ini dialami oleh anak-anak di kota Beit Hanoun, bagian utara Jalur Gaza.


5. Bangunan Hancur

Setelah serangan membabi buta militer Israel pada Selasa (8/7) malam di kawasan kota Beit Hanoun, apa yang tersisa hanyalah kehancuran. Puing-puing bangunan menjadi pemandangan yang biasa di sana. Usai serangan malam hari itu, militer Israel semakin memfokuskan serangan di Jalur Gaza pada Rabu (9/7).

Jalur Gaza memang menjadi basis kekuatan militer Hamas. Sehingga daerah itu menjadi sasaran militer Israel. Di mana Israel memutuskan menyerang bangunan Hamas dan rupanya membunuh lebih dari selusin orang-orang tak berdosa di hari kedua operasi militer mereka. Pada hari pertama yakni Senin (7/7), Israel sudah meluncurkan 40 roket ke kawasan Gaza.


6. Ledakan Tak Berhenti

Senin (7/7), kelompok Hamas di jalur Gaza menembakkan puluhan roket ke wilayah Israel Selatan. Hal ini membuat Israel tidak tinggal diam dan melancarkan serangan udara di Jalur Gaza. Hal ini membuat Israel meradang, apalagi mereka mengaku jika Hamas meluncurkan 40 roket ke wilayah Israel.

Di mana 7 roket Hamas meluncur di atas kota Ashdod dan 5 roket lainnya di atas kota Nevitot. Sementara 23 roket lainnya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan antirudal, Iron Dome. Berbeda dengan roket Israel yang memborbardir Jalur Gaza dan membunuh orang tak berdosaa, roket-roket Hamas itu jatuh di area terbuka dan tidak memicu kerusakan atau korban jiwa.

7. Api di Malam Hari

Sepertinya tidak ada waktu berhenti bagi militer Israel. Jika umat Muslim di belahan dunia lain sedang menyibukkan diri dengan salat Tarawih atau persiapan sahur, tidak dengan para Muslim di Jalur Gaza. Bahkan di malam hari, serangan udara Israel tidak berhenti Gaza.

Korban tewas pertama terjadi pada Rabu (9/7) dini hari. Mereka adalah satu keluarga yang berisi enam orang. Juru bicara pihak Palestina, Ashrag al-Qudra menyebutkan jika serangan udara Israel memang mengenai kediaman keluarga yang terletak di kota Beit Hanoun itu. Setelah penyelidikan, rupanya rumah itu dihuni oleh komandan Al-Quds yang merupakan anggota Jihad Islam Palestina.

Al-Quds tewas bersama dengan kedua orangtua, seorang wanita dan dua orang anak-anak tidak berdosa.

8. Korban Tidak Berdosa

Juru bicara Israel, Peter Lerner berkomentar soal serangan negaranya, "Tindakan ini adalah untuk membayar agresi militer mereka. Serangan ini dirancan untuk mengambil hal penting dari Hamas dan Israel sendiri tidak berniat untuk melanjutkan kondisi ini terjadi,"

Tak tinggal diam, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas angkat bicara pada Rabu (9/7) kemarin, "Saya sudah melakukan kontak dengan pihak-pihak regional dan internasional dalam beberapa ahri terakhir, terutama dengan pemimpin Hamas di Gaza dan semua orang menyatakan kesediannya untuk menghentikan serangan ini. Tindakan Israel menyerang Gaza adalah sesuatu yang brutal."

Sementara itu, baru-baru ini BBC menghadapi masalah atas tindakan mereka soal Gaza. Di mana BBC menayangkan sebuah video yang menampilkan foto-foto kehancuran Gaza adalah sebuah kepalsuan. Hal ini langsung membuat BBC dituduh berkonspirasi dengan Yahudi dan harus bertanggung jawab atas kerusakan yang ada di Jalur Gaza

9. Ratusan Bangunan Hancur


Ini adalah kondisi asap yang mengepul usai tentara Israel meluncurkan rudal mereka ke perbatasan Gaza. Tercatat, ada sedikitnya 160 roket yang dilepaskan pada Rabu (9/7) kemarin. Menurut juru bicara militer Israel, operasi udara ini diberi nama Protective Edge.

Namun alih-alih menjelaskan mengenai serangan mereka, pihak Israel malah memilih bungkam dan memilih memborbardir kawasan Gaza. Dilansir kantor berita AFP, semenjak Rabu (8/7), beberapa rumah memang menjadi target Israel khususnya di kawasan Khan Yunes. Sekali roket yang jatuh ke tanah Gaza, asap akan menyeruak ke atas dan begitu mengerikan.

10. We Will Not Go Down!

Serang Israel kepada Palestina memang bukan kali pertama. Namun hebatnya, hal itu tak pernah membuat seorang Muslim Palestina merasa ketakutan. Karena jauh di dalam hati mereka, mereka memiliki keyakan akan Allah SWT.

Tidak ada kalimat di dunia ini yang membenarkan soal perang. Karena perang hanya akan menimbulkan perang lain sehingga aksi balas dendam itu tak akan berhenti sampai akhir jaman. Butuh keikhlasan dan kepedulian untuk mencegah perang itu bisa berkecamuk.

Entah sampai kapan warga Palestina harus bertahan. Yang jelas penderitaan mereka bukanlah atas nama agama. Penderitaan mereka adalah penderitaan sesama umat manusia di Bumi yang tidak berdosa dan akhirnya menjadi korban sia-sia. #PrayForGaza #SaveGaza

LIHAT YANG LAINNYA