Kemana Cahaya Pergi Setelah Dimatikan?

|



Kelihatannya cukup sederhana — begitu saklarnya ditekan, dalam sekejap, ruangan lansung tampak gelap. Tetapi, kemanakah sebenarnya 'cahaya'-nya pergi? 'Cahaya'-nya ada di ruangan itu sedetik sebelumnya, apa yang sebenarnya menjadikan ruang itu gelap?

Berdasarkan hukum kekekalan energi dan massa, cahaya tidak bisa langsung 'menghilang'. Segala sesuatu tidak bisa 'menghilang' begitu saja. Tetapi, hanya dapat berubah bentuk, komposisi penyusun, warna, atau sifat lain, yang menjadikannya sesuatu yang baru. Jadi, bagaimana dengan cahaya?

Cahaya adalah suatu bentuk energi yang tersusun atas partikel-partikel kecil yang disebut foton. Ketika agan menyalakan sebuah bola lampu, filamen dipanaskan hingga memancarkan foton.



Foton-foton tersebut 'terbang' di sekitar ruangan dengan arah yang berbeda-beda pada kecepatan yang luar biasa ,kecepatan cahaya, tepatnya 186.000 mil per detik.atau 299.792.458 meter per detik.

Di sisi lain, dinding ruangan terdiri dari struktur atom-atom. Bayangkan atom seperti kelereng; semuanya teratur satu sama lain. Setiap kali foton menabrak salah satu dari ini, terjadilah transfer energi.

Dan karena kuantitas energi ini kekal (Ingat, tidak bisa begitu saja menghilang), atom mendapat sentakan energi, yang menyebabkan
atom bergetar. Getaran ini kemudian menjalar ke atom sebelahnya, membuatnya bergetar juga, menyebabkan efek riak energi yang ditransfer dari satu atom ke yang berikutnya. Ini seperti menjatuhkan batu ke dalam kolam air. Energi dari batu menyebar ke atom-atom air dan menyebakkan riak keluar.



Peristiwa ini sedikit memanaskan dinding, mirip dengan bagaimana sinar matahari dapat memanaskan sesuatu. Bahkan, agan dapat meletakkan tangan agan dekat lampu dan merasa panas. Jadi, ketika lampu menyala, foton di ruangan menabrak dinding dan diserap sebagai energi panas.

Lalu, bagaimana dengan kegelapan setelah lampunya dimatikan? Nah, bila agan mematikan saklar lampu, foton yang tersisa di ruang menabrak dinding dan benda-benda lainnya ,lalu diserap sebagai energi panas. Dan karena kecepatan cahaya begitu sangat cepat, itu semua terjadi dalam sekejap. Sehingga yang tersisa hanya kegelapan — dan ketakutan seorang.

sumber

LIHAT YANG LAINNYA